Pengusaha Tani Indonesia HKTI Resmi Dilantik, Siap Perkuat Investasi Pertanian Menuju Indonesia Emas 2045

5 minutes reading
Tuesday, 21 Jul 2026 06:53 14 edy

JAKARTA – Pengusaha Tani Indonesia HKTI resmi menggelar Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertema “Pengusaha Tani Kuat, Petani Sejahtera” di Ballroom Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, Ketua Umum Pengusaha Tani Indonesia HKTI Dr. Yasir Machmud, S.E., M.Si., Ketua Dewan Pembina Pengusaha Tani Indonesia HKTI yang juga Anggota Komisi IV DPR RI Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., serta jajaran pengurus Pengusaha Tani Indonesia HKTI dari berbagai daerah.

Yasir Machmud: Pengusaha Tani Harus Menjadi Agen Perubahan

Ketua Umum Pengusaha Tani Indonesia HKTI, Dr. Yasir Machmud, S.E., M.Si., mengatakan organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang harus dihadapi adalah menciptakan regulasi yang mampu memberikan kemudahan bagi investor untuk masuk ke sektor pertanian tanpa mengabaikan kesejahteraan petani dan nelayan.

“Bagaimana kita merumuskan undang-undang yang memudahkan, tidak hanya bagi sektor pertanian tetapi juga sektor swasta, sehingga ketika ada yang berinvestasi di sektor pertanian semuanya menjadi lebih mudah dan pada akhirnya dapat menyejahterakan petani dan nelayan kita,” ujar Yasir.

Ia berharap kehadiran Pengusaha Tani Indonesia HKTI dapat memperkuat sinergi dengan HKTI sebagai rumah besar para petani Indonesia.

“Dengan adanya Pengusaha Tani Indonesia HKTI, insya Allah kita bisa bermitra dan berkolaborasi dengan pemerintah. Kami sebagai sayap HKTI berharap para pengusaha dapat terbang bersama HKTI untuk memberikan manfaat bagi petani dan pertanian Indonesia,” katanya.

Yasir menilai dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, hingga dinamika geopolitik yang berdampak terhadap sektor pangan.

Karena itu, menurutnya, pertanian tidak lagi hanya dipandang sebagai sektor ekonomi semata, melainkan sektor strategis yang menentukan ketahanan pangan sekaligus kedaulatan bangsa.

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Kita mempunyai lahan yang luas, keanekaragaman hayati yang tinggi, sumber daya manusia yang melimpah, serta pasar domestik yang besar. Ditambah lagi perkembangan digitalisasi, mekanisasi pertanian, dan inovasi teknologi menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan nilai tambah,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar Pengusaha Tani Indonesia HKTI tidak hanya bergerak di bidang pertanian, tetapi juga merangkul sektor kelautan dan perikanan.

“Banyak peluang yang bisa dikembangkan, termasuk komoditas ekspor seperti kopi, hasil kelautan, dan perikanan. Karena itu organisasi ini harus mampu merangkul seluruh potensi yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yasir menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pangan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani.

“Petani tidak boleh hanya menjadi produsen, tetapi harus memperoleh keuntungan yang adil dari seluruh rantai nilai pertanian. Dalam konteks itulah pengusaha memiliki peran yang sangat strategis. Pengusaha bukan sekadar pelaku usaha, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, memperluas pasar, membangun kemitraan, mengembangkan teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian,” tegasnya.

Ke depan, ia berharap Pengusaha Tani Indonesia HKTI mampu menjadi organisasi yang mempertemukan berbagai kekuatan bangsa melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, koperasi, lembaga keuangan, BUMN, sektor swasta, pelaku teknologi pertanian hingga komunitas petani dan generasi muda harus terus diperkuat,” ujarnya..

Menutup sambutannya, Yasir mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja bersama membangun pertanian Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus. Mari kita satukan langkah, perkuat kolaborasi, dan jadikan Pengusaha Tani Indonesia HKTI sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia demi terwujudnya ketahanan pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Rina Sa’adah: Jabatan Adalah Amanah untuk Memajukan Pertanian

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pengusaha Tani Indonesia HKTI yang juga Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Rina Sa’adah, Lc., M.Si., menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan amanah untuk ikut menentukan arah pembangunan pertanian Indonesia.

“Ini bukan hanya sebuah jabatan organisasi, tetapi juga amanah untuk ikut menentukan arah pembangunan pertanian Indonesia, memperjuangkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Rina mengungkapkan bahwa lahirnya Pengusaha Tani Indonesia HKTI berawal dari gagasan Ketua Umum terpilih, Dr. Yasir Machmud, yang menginginkan adanya wadah bagi para pengusaha yang fokus pada sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Menurutnya, organisasi ini dibentuk untuk menghimpun para pelaku usaha yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pangan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan regulasi yang mampu menciptakan iklim investasi yang sehat di sektor pertanian.

“Program pemerintah yang menjadi prioritas harus didukung dengan regulasi yang memudahkan investasi di sektor pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Karena itu Pengusaha Tani Indonesia HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah,” katanya.

Rina menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan pangan dunia apabila seluruh pemangku kepentingan mampu bekerja sama.

Menurutnya, kemajuan teknologi, mekanisasi pertanian, dan kolaborasi lintas sektor harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

“Ke depan saya berharap Pengusaha Tani Indonesia HKTI menjadi organisasi yang mampu mempertemukan berbagai kekuatan bangsa, mulai dari pemerintah, DPR RI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, koperasi, lembaga keuangan, BUMN, sektor swasta, hingga komunitas petani dan pelaku teknologi pertanian. Dengan kolaborasi tersebut, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional dapat benar-benar terwujud,” tutupnya.*

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA