Hidup Berkah dengan Sholawat dan Dzikir, Majelis Seroja Gelar Maulid & HUT RI ke-81 Bersama KH. Manarul Hidayat

2 minutes reading
Thursday, 20 Aug 2026 17:01 10 Redaksi

SIBER77.COM TANGERANG SELATAN,– Ratusan jamaah memadati Pendopo Majelis Seroja, JL. Pondok Karya, Pondok Aren dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT RI ke-81 yang digelar malam ini, Kamis (20/08/2026).

Majelis yang dipimpin KH. Irfan Zaini Abbas yang juga Ketua Syuriah PKB Tangsel ini, menghadirkan penceramah sesepuh Nahdlatul Ulama, Buya KH. DR. Manarul Hidayat, MA.

Dalam tausiyahnya, Buya menegaskan bahwa *NU adalah Benteng NKRI*.
“Siapa pun yang hendak menghancurkan Indonesia harus menghancurkan NU terlebih dahulu, yaitu para santri dan ulama Nusantara. Tapi tak satu pun yang bisa menghancurkan NU sejak zaman Belanda hingga PKI yang hendak melakukan kudeta,” tegasnya.

“Siapa pun yang Musuhi NU pasti Hancur. Baik itu dari bangsa asing maupun dari dalam negeri. Itulah berkahnya NU,” ucap KH. Manarul dengan tegas.

Buya juga mengajak jamaah mengamalkan 5 amalan agar hidup berkah sesuai hadits Nabi: mendirikan sholat, rajin mengaji, membaca sholawat, dzikir, dan sedekah.

“Alhamdulillah di sini kita diajak mengaji Yasin Fadilah, dzikir dan sholawat. Kalau tidak ada acara seperti ini, kapan kita bisa lakukan bersama-sama,” ujarnya.

“Karena itulah NU terus merawat tradisi Islami dengan acara Maulid, Manakiban, Haul, dan Tahlilan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, KH. Irfan Zaini Abbas bersyukur atas kehadiran Buya Manarul.
“Alhamdulillah beliau bisa hadir. Sangat banyak ilmu dan keberkahan yang kita dapat,” ujarnya.

Ia berharap umat Islam semakin cinta Nabi Muhammad SAW dan NKRI.
“Sebagai Benteng NKRI, kita harus jadi penggerak NU. Agar kita bisa terus menjaga Ahlussunnah wal Jamaah dan negeri ini dengan damai,” harapnya.

Acara ini turut dihadiri KH. Suhada, Ketua MWC NU Pondok Aren H. Fathur Rahman beserta jajaran, Ansor Banser Pondok Aren, Muslimat, dan Fatayat NU.

Suasana khidmat terlihat dengan dekorasi bunga, atribut NU, dan Bendera Merah Putih yang berkibar berdampingan sebagai simbol semangat kebangsaan dan keagamaan.

“Di usia 81 tahun Indonesia ini, kita kuatkan iman dan nasionalisme. NU Benteng NKRI harga mati,” pungkas KH. Irfan.

Acara ditutup dengan doa dan makan bersama diselingi ramah tamah. (Erni)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA