TANGERANG, SIBER77.COM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkuat mitigasi kekeringan untuk menjaga produktivitas padi dan mencegah gagal panen selama musim kemarau. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), pemerintah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian, benih, pupuk, serta sarana pengairan kepada kelompok tani.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Dr. Ir. H. Ujang Sudiartono, S.T., M.T., mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, perguruan tinggi, dan sejumlah instansi terkait.
“Penyaluran bantuan sarana produksi pertanian menjadi bagian dari mitigasi kekeringan untuk menjaga produktivitas padi di Kabupaten Tangerang,” ujar Ujang.
Pada 2026, bantuan yang disalurkan meliputi 44 unit traktor roda dua, 14 unit cultivator, 75 unit pompa air, 88 unit handsprayer, serta bantuan power thresher. Pemerintah juga menyalurkan pupuk NPK sebanyak 25.825 kilogram, kompos 20.500 kilogram, pupuk organik 530.000 kilogram, pupuk organik cair 90 liter, dan benih padi sebanyak 86.900 kilogram.
Untuk memperkuat ketersediaan air, DPKP menyalurkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) sebanyak 26 unit dan Irigasi Perpompaan Perpipaaan (IRPIP) sebanyak 6 unit. Selain itu, terdapat 22 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) pada 2025, empat unit sumur pantek, dua unit sumur bor, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier di 23 lokasi.
DPKP juga memberikan bantuan benih padi dari UPTD Balai Benih kepada kelompok tani sebanyak 3,6 ton. Kolaborasi dengan Swiss German University (SGU), Syngenta Indonesia, dan BRIN turut dilakukan untuk mengembangkan alternatif pola tanam guna meningkatkan produktivitas padi.
Menurut Ujang, bantuan tersebut mencakup dukungan sarana produksi, infrastruktur pengairan, dan penyesuaian pola tanam agar petani tetap dapat berproduksi meski menghadapi keterbatasan air.
Berdasarkan data hingga akhir September 2026, kekeringan melanda 17 kecamatan dan 53 desa di Kabupaten Tangerang dengan luas lahan terdampak mencapai 667,05 hektare. Dari jumlah tersebut, 340 hektare dilaporkan mengalami puso, 85 hektare telah pulih, 73 hektare memasuki masa panen, dan 230 hektare masih terancam.
Ujang menjelaskan, kekeringan terjadi akibat tidak adanya hujan, keterbatasan sumber air, kondisi sumber air yang mulai mengering, serta lokasi sumber air yang jauh dari lahan pertanian.
Pemkab Tangerang terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan kelompok tani untuk menjaga produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di tengah musim kemarau.
Sumber : (DPKP Kabupaten Tangerang)
Ern’s
Tidak ada komentar