TANGERANG, Siber77.Com– Koramil 08/Kronjo, Kodim 0510/Tigaraksa bersama Bulog kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Serentak 2025 ini berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) di halaman Koramil 08/Kronjo.
Puluhan warga dari Kecamatan Kronjo dan Mekar Baru tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut.
Sebanyak 66 sak beras dengan total 330 kilogram habis terjual. Setiap sak berisi 5 kilogram beras dengan harga Rp55.000 per sak atau Rp11.000 per kilogram.
Danramil 08/Kronjo Kapten Arh Afif Ali Haini menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama Bulog dalam mendukung kebutuhan masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.
Masyarakat pun menyambut baik program tersebut. Warga Kronjo mengaku terbantu karena harga beras lebih terjangkau.
Alhamdulillah, harganya lebih murah dan bisa mengurangi beban belanja harian. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan lagi,” ungkap salah seorang warga.
Hal senada disampaikan warga Mekar Baru yang merasa lega bisa membeli beras murah untuk keluarganya.
“Kami sangat berterima kasih, berasnya cepat habis karena memang banyak yang membutuhkan. Ini sangat membantu,” katanya.
Program GPM yang digelar serentak ini merupakan sinergi antara TNI, Bulog, dan pemerintah daerah.
Tujuannya untuk menjaga stabilitas harga pangan, memberi kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mengendalikan inflasi, memperlancar distribusi bahan pokok, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat di Kronjo dan Mekar Baru semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok, sementara sinergi TNI dan Bulog bersama rakyat makin nyata dalam menjaga stabilitas pangan.
Arul
No Comments