Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

3 minutes reading
Friday, 1 May 2026 08:49 8 Admin

Jakarta, 28 April 2026 – Dukung komitmen PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan desa dan daerah tertinggal melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina Foundation bersama Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama (PKS), Selasa (28/04).

Kerja sama yang terjalin mencakup empat fokus utama, yakni pengembangan dan perluasan program Desa Energi Berdikari, pemanfaatan energi terbarukan untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas warga desa melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penyediaan data strategis terkait kebutuhan desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan dalam menjalankan 12 Rencana Aksi Kemendes PDT: Bangun Desa, Bangun Indonesia, seluruh elemen didorong ikut terlibat melalui skema desa binaan.

“Dalam membangun desa, diperlukan super team, tidak boleh ego-sektoral. Maka dengan adanya MoU dan PKS hari ini menjadi bentuk komitmen bahwa desa menjadi tanggung jawab kita semua. Kalau desa maju, maka Indonesia akan maju,”kata Yandri.

Menurutnya, pendekatan kolaboratif diperlukan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan desa dan desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Hal ini selaras dengan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang merupakan inisiatif Pertamina dalam menyediakan energi terbarukan bagi masyarakat pedesaan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat guna mencapai kemandirian energi dan ekonomi pedesaan.

Program ini juga dijalankan oleh Pertamina Foundation dengan melibatkan perguruan tinggi dan para penerima beasiswa yang disebut sebagai program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI). Total 40 desa dengan total energi yang dihasilkan mencapai 1.100 kWh per tahun dari panel surya dan 6.199 meter kubik biogas, serta memberikan manfaat bagi lebih dari 1.600 masyarakat.

Salah satunya diimplementasikan oleh penerima Beasiswa Sobat Bumi Politeknik Negeri Kupang (SoBI PNK) di Desa Pukdale, Kupang Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur. SoBI PNK memasang menyediakan energi terbarukan berupa dua set PLTS yang masing-masing berdaya 3.679 watt peak (WP). PLTS tersebut saat ini menjadi sumber tenaga pompa kebutuhan air irigasi lahan pertanian warga dengan sistem drip irrigation dan mesin pencacah untuk pupuk organik.

Selain itu, sinergi dengan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Eltari, mereka juga memberikan pelatihan ekonomi berupa produksi dan pemasaran produk UMKM, serta edukasi pembuatan pupuk organik dan ecoenzyme. Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya penghematan biaya energi sebesar Rp500 ribu rupiah per bulan.

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menuturkan kolaborasi strategis dengan Kemendes PDT akan memperluas sekaligus meningkatkan kebermanfaatan bagi desa.

“Dalam program DEB, kemandirian energi adalah pintu masuk menuju kemandirian ekonomi, ditambah dengan keterlibatan generasi muda yang kami didik melalui program Beasiswa Sobat Bumi, kami yakin kolaborasi ini kebermanfaatan akan menjangkau lebih banyak desa dan berkelanjutan,” ujar Agus.

Kolaborasi ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi, kemandirian pangan, dan pemberdayaan ekonomi desa melalui energi terbarukan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA