SIBER77.COM PONDOK AREN, — Dinilai telah banyak memberikan sumbangsih bagi warga Tangerang Selatan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyampaikan apresiasi atas keberadaan Pondok Pesantren Jam’iyah Islamiyah di Tangerang Selatan selama ini.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Tangsel H. Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Sosial Drs. H. Heli Slamet, M.Si., saat menghadiri acara Maulid Agung Nabi Muhammad SAW dan Haul Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani di ponpes tersebut.
Setelah menyampaikan permohonan maaf Wali Kota karena tidak bisa hadir karena ada urusan, H. Heli Slamet menyampaikan bahwa Ponpes Jam’iyah Islamiyah telah banyak memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Kota Tangsel.
“Keberadaan Ponpes Jam’iyah Islamiyah telah lebih dulu ada sebelum terbentuknya Kota Tangsel, dan telah banyak mencetak kader-kader pemimpin terbaik,” ujarnya, Jumat (08/10).
Karena itu, ia mengajak para hadirin untuk tidak ragu memasukkan anaknya ke Ponpes tersebut guna menuntut ilmu.
“Saya yakin setiap santri dan santriwati yang menuntut ilmu di sini akan jadi pemimpin-pemimpin yang handal, minimal di lingkungannya sendiri,” imbuh H. Heli Slamet.
Ia juga memberikan kesempatan bagi para santri untuk meraih beasiswa prestasi yang telah disediakan oleh Pemkot Tangsel bagi para hafidz atau penghafal Al-Qur’an.
“Bagi para siswa tingkat SD/Ibtidaiyah jika hafal 3 juz sudah bisa mengajukan beasiswa prestasi kepada Dinas Pendidikan Tangsel, sedangkan bagi tingkat di atasnya, yaitu Tsanawiyah atau Aliyah maka 10 juz,” terangnya.
Senada, Pimpinan Ponpes Jam’iyah Islamiyah KH. Husnul Aqib, Lc., juga mengingatkan para orang tua santri dan santrinya agar ikhlas dalam menuntut ilmu di ponpesnya.
“Belajar itu harus ikhlas, baik orang tua maupun anaknya, supaya dapat ilmu dan ilmunya berkah,” kata Abah Nunu, begitu ia biasa disapa.
Ia merasa bahwa saat ini metode pembelajaran memang jauh berbeda. Para santri sangat dimanja dan tak bisa lagi dikerasi seperti saat zamannya belajar.
“Sekarang ini santri tak bisa dimarahi, kalau dulu kita memang terbiasa dididik dengan keras tapi alhamdulillah karena ikhlas kita bisa dapat berkahnya ilmu,” ulasnya.
“Tapi kalau sekarang, kita kerasi santri, yang ada malah dilaporkan ke Polisi,” papar Abah Nunu sambil tersenyum penuh arti.
Acara dihadiri Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Abuya KH. Aan Zezen ZA dari Sukabumi dan puluhan ulama dari berbagai daerah. (Erni)
Tidak ada komentar