SIBER77.COM PONDOK AREN, — Ribuan jamaah berseragam putih memadati aula Pondok Pesantren Jam’iyah Islamiyah yang berlokasi di Kp. Ceger, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Jumat malam Sabtu (09/10) dalam acara Maulid Agung Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Syeikh Abdul Qodir Al Jilani.
Acara dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Qodiriyah Abuya KH. Aan Zezen ZA dari Sukabumi, dengan penceramah utama KH. Auzai Mahfudz Asirun, Lc., MA.
Dimulai dengan dzikiran rutin manaqib, kalimat tahlil pun menggema memenuhi setiap sudut ruangan dan relung hati setiap orang yang mendengarnya.
Para jamaah yang asyik melantunkan kalimat tahlil Laa ilaaha illallah, nampak tanpa sadar menggoyang-goyangkan badan dan kepalanya. Mereka larut dan ‘fana’ dengan kalimat tahlil yang menjadi dzikir utama Thoriqoh Qodiriyah sebelum melaksanakan pembacaan Maulid Nabi.

Pimpinan Ponpes Jam’iyah Islamiyah KH. Husnul Aqib yang juga merupakan musnid dari Thoriqoh Qodiriyah di bawah pimpinan Abuya Aan Zezen menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahun.
“Ini acara rutin saja, sebagai bentuk rasa cinta kita pada Nabi dan pendiri Thoriqoh Qodiriyah, Syeikh Abdul Qodir Al Jilani, Qs,” ujarnya.
Lanjut dia, perayaan maulid di Ponpes ini memang berbeda dengan tempat lain, karena tidak hanya diadakan sekali dalam setahun.
“Kita biasanya memang tiga kali dalam setahun. Kemarin di awal bulan kita sudah maulid, sekarang maulid lagi dan nanti di tanggal 19 Oktober juga maulid lagi buat kaum ibu,” imbuhnya.
Dalam sambutan singkatnya dia juga mengingatkan para santri dan orang tua santri untuk ikhlas dalam belajar di pesantren.
KH. Husnul Aqib yang akrab dengan panggilan Abah Nunu ini membandingkan bagaimana sa dirinya dulu belajar dengan santri sekarang.
“Kalo sama guru ini kita harus ikhlas, jangan cengeng. Apa aja kita turuti agar ilmu yang kita dapatbisa berkah dan bermanfaat,” terangnya.
Acara dzikir Manaqib sendiri dilakukan rutin setiap Senin malam Selasa di Ponpes ini, dipimpin oleh KH. Husnul Aqib sebagai pimpinan Zawiyah Nurul Amin dengan diselingi ceramah agama.
Sedangkan penceramah yang mengisi acara, KH. Suhendra Al Fatah atau yang populer dengan sebutan Abah Jek, menyampaikan pentingnya mengutamakan akhlak daripada ilmu sebagaimana yang diajarkan oleh Syeikh Abdul Qodir Al Jilani.
“Kita kadang suka lupa dan bangga dengan gelar yang kita miliki hingga kita lupa akan pentingnya adab dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Hadir dalam acara ini Wali Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh Drs. Heli Slamet, M.Si., selaku Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel, serta puluhan ulama.
Acara ditutup dengan doa oleh KH. Husnul Aqib dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan bersama. (*)
Tidak ada komentar