ketum IWAPI Nita Yudi : Bersama KOWANI Fokus Dalam Mendorong Perempuan Indonesia Untuk “naik kelas”

2 minutes reading
Thursday, 2 Apr 2026 11:39 10 edy

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI), Ir. Nita Yudi, MBA, menghadiri acara halalbihalal yang diselenggarakan oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Sekretariat Pusat KOWANI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program “Goes to UNESCO”.

Dalam keterangannya, Nita Yudi menjelaskan bahwa KOWANI merupakan federasi organisasi perempuan yang menaungi sekitar 122 organisasi, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Nannie Hadi Tjahjanto. Momentum halalbihalal ini dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi perempuan di Indonesia.

“Acara ini menjadi wadah untuk saling bermaafan, sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi perempuan. Selain itu, juga diisi dengan kegiatan edukatif seperti seminar,” ujar Nita.

Ia juga menyoroti kehadiran penceramah Angelina Sondakh yang dinilai memberikan inspirasi bagi para peserta. Menurutnya, transformasi kehidupan Angelina menjadi pembelajaran berharga, sekaligus memperkaya wawasan spiritual dan motivasi perempuan.

Lebih lanjut, Nita menegaskan bahwa IWAPI bersama KOWANI memiliki fokus besar dalam mendorong perempuan Indonesia untuk “naik kelas”. Upaya tersebut tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan keluarga, kesehatan, serta peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Di tengah dinamika global, Nita turut menyinggung potensi dampak ekonomi akibat konflik internasional yang dapat memengaruhi harga energi, termasuk bahan bakar. Ia mengingatkan bahwa kenaikan harga energi akan berdampak luas pada sektor usaha, khususnya UMKM.

“Kenaikan harga bahan bakar tentu berdampak pada biaya produksi dan distribusi. Oleh karena itu, pelaku usaha harus mulai melakukan efisiensi dan beradaptasi,” jelasnya.

Nita juga mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam Indonesia sebagai solusi jangka panjang, seperti pengembangan energi terbarukan berbasis tenaga surya dan biogas. Menurutnya, langkah ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya operasional usaha.

Ia mencontohkan, sektor usaha seperti katering perlu mulai menghitung ulang penggunaan energi, termasuk bahan bakar untuk operasional dan distribusi. Selain itu, peralihan ke energi listrik dan sumber energi terbarukan dinilai sebagai langkah strategis yang perlu didukung, termasuk oleh pemerintah melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku UMKM.

“Harapannya, biaya energi alternatif bisa lebih terjangkau sehingga UMKM dapat beralih dari bahan bakar konvensional ke energi yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Nita berharap seluruh organisasi di bawah naungan KOWANI dapat terus bersinergi dalam mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap perempuan Indonesia dapat semakin berdaya, baik di bidang ekonomi, kesehatan, maupun kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.*

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA