LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi masyarakat selama Lebaran 2026 dengan konektivitas antarmoda yang luas dan akses langsung ke destinasi wisata serta pusat aktivitas di Jabodebek. Stasiun Dukuh Atas menjadi yang paling ramai dengan 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun.
LRT Jabodebek memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, dengan menghadirkan konektivitas antarmoda yang luas serta akses langsung ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di wilayah Jabodebek.
Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata, LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan strategis secara efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Melalui integrasi langsung dengan berbagai moda transportasi utama seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju beragam destinasi selama libur Lebaran, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta kawasan bisnis dan gaya hidup di Kuningan, Rasuna Said, dan Setiabudi. Berbagai pusat perbelanjaan, area kuliner, dan ruang publik di sepanjang lintasan turut menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang dilayani LRT Jabodebek.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya melayani perjalanan harian, tetapi juga menjadi solusi mobilitas masyarakat untuk menikmati libur Lebaran.
“Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai destinasi memungkinkan masyarakat bepergian dengan lebih efisien, nyaman, dan terhindar dari kemacetan,” ujarnya.
Selama periode 21 hingga 23 Maret 2026, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang signifikan, khususnya pada stasiun-stasiun yang memiliki konektivitas tinggi dan akses ke pusat aktivitas, dengan rincian:
– Stasiun Dukuh Atas: 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun
– Stasiun Harjamukti: 19.237 pengguna naik dan 19.330 pengguna turun
– Stasiun Cikoko: 14.693 pengguna naik dan 13.891 pengguna turun
– Stasiun Bekasi Barat: 14.552 pengguna naik dan 15.366 pengguna turun
– Stasiun Jatimulya: 11.132 pengguna naik dan 11.156 pengguna turun
– Stasiun TMII: 8.679 pengguna naik dan 8.346 pengguna turun
– Stasiun Cawang: 8.586 pengguna naik dan 7.256 pengguna turun
– Stasiun Jatibening Baru: 6.395 pengguna naik dan 6.156 pengguna turun
– Stasiun Rasuna Said: 4.306 pengguna naik dan 4.825 pengguna turun
– Stasiun Kampung Rambutan: 3.402 pengguna naik dan 2.973 pengguna turun
Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai titik tujuan masyarakat selama periode libur Lebaran.
Dengan dukungan konektivitas yang luas serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas dan destinasi wisata, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik modern di wilayah Jabodebek. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Artikel ini juga tayang di vritimes