Hadirkan Layar Interaktif, Perkuat Layanan Informasi dan Pengaduan Digital di LRT Jabodebek

2 minutes reading
Thursday, 26 Feb 2026 05:22 11 Admin

KAI menghadirkan Layar Interaktif di 7 stasiun LRT Jabodebek untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna.

KAI menghadirkan inovasi layanan berbasis digital melalui implementasi Layar Interaktif di tujuh stasiun LRT Jabodebek. Fasilitas ini merupakan bagian dari penguatan sistem pelayanan berbasis teknologi yang juga memberikan kemudahan akses bagi pengguna LRT Jabodebek.

Layar Interaktif menyediakan tiga fitur utama, yakni survei kepuasan pelanggan dengan metode rating bintang atau emotikon, peta interaktif yang dapat membantu pelanggan menemukan lokasi fasilitas maupun rute perjalanan, serta layanan pengaduan digital yang terintegrasi secara real-time.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa Layar Interaktif merupakan bagian dari transformasi pelayanan berbasis teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Digitalisasi layanan, tambahnya, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas operasional sekaligus pengalaman pelanggan.

“Transformasi digital bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun sistem yang terintegrasi dan berbasis data. Dengan Layar Interaktif, KAI dapat memantau penilaian layanan secara langsung, menerima aduan secara real-time, serta memastikan tindak lanjut yang lebih terstruktur. Ini bagian dari komitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, transparan, dan responsif,” ujarnya.

Sistem ini tidak hanya menampilkan denah fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga menghadirkan peta area luar stasiun, termasuk akses jalan dan konektivitas dengan moda transportasi lain. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh informasi perjalanan secara lebih komprehensif dalam satu layar.

Pada layanan pengaduan, setiap laporan yang disampaikan melalui sistem akan tercatat dan pengguna LRT Jabodebek akan memperoleh nomor laporan sebagai referensi untuk tindak lanjut.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengedukasi pengguna serta mendukung transisi menuju layanan berbasis digital.

Transformasi ini menegaskan komitmen KAI dalam memperkuat tata kelola perusahaan berbasis teknologi sekaligus menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat urban.

“Ke depan, integrasi data layanan akan terus dikembangkan guna mendukung sistem transportasi publik yang semakin efisien dan berbasis teknologi,” tutup Radhitya.

Artikel ini juga tayang di vritimes

LAINNYA