PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menilai dinamika pasar saham yang terjadi seiring penyesuaian kebijakan dari penyedia indeks global MSCI merupakan momentum penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta daya saing pasar modal nasional di tingkat global.

Jakarta,
Februari 4, 2026 —
PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) menilai dinamika pasar saham yang terjadi
seiring penyesuaian kebijakan dari penyedia indeks global MSCI merupakan
momentum penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta daya saing
pasar modal nasional di tingkat global.
Di
tengah meningkatnya volatilitas, BRI-MI memandang penting bagi pelaku pasar dan
investor untuk menempatkan pergerakan tersebut dalam konteks yang lebih luas.
Perubahan komposisi indeks global kerap dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis
dan global, namun tidak serta-merta mencerminkan ketahanan ekonomi suatu negara
secara menyeluruh.
Chief
Investment Officer BRI-MI, Herman Tjahjadi, menyampaikan bahwa
volatilitas pasar tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia
secara keseluruhan.
“Reaksi
pasar terhadap penyesuaian indeks global merupakan hal yang lumrah. Namun dalam
perspektif jangka menengah hingga panjang, fundamental ekonomi Indonesia tetap
terjaga dan aktivitas bisnis terus berjalan,” ujar Herman.
Sejalan
dengan hal tersebut, BRI-MI menilai bahwa kondisi pasar yang dinamis justru
dapat menjadi fase pembelajaran bagi investor untuk kembali meninjau strategi
investasinya. Fokus pada tujuan keuangan, disiplin terhadap rencana investasi,
serta pemahaman atas profil risiko menjadi kunci dalam menghadapi berbagai fase
pasar.
Chief
of Sales BRI-MI, Yulius Hartono, menegaskan bahwa dinamika pasar menjadi
pengingat penting bagi investor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan
investasinya.
“Volatilitas
pasar mengingatkan kita bahwa investasi bukan soal bereaksi cepat terhadap
pergerakan jangka pendek, melainkan soal kesiapan strategi investor dan
disiplin dalam menjalankannya,” ujar Yulius.
Ia
menambahkan bahwa BRI-MI terus mendorong investor untuk semakin meningkatkan
pemahaman terkait tujuan investasi dan profil risiko secara menyeluruh, tetapi
juga membangun literasi serta strategi jangka panjang yang terukur, seiring
dengan proses pendewasaan investor dalam mengelola portofolio dan mengambil
keputusan investasi yang semakin matang.
Strategi
Investasi di Tengah Dinamika Pasar
Dalam kondisi pasar yang
berfluktuasi, BRI-MI menilai pendekatan diversifikasi portofolio dan pemilihan
instrumen yang selaras dengan profil risiko investor tetap relevan untuk
menjaga keseimbangan investasi. Pengelolaan portofolio yang adaptif, namun tetap
berbasis pada perencanaan jangka panjang, menjadi fondasi penting dalam
menghadapi siklus pasar.
Instrumen dengan karakteristik
risiko relatif rendah, seperti Reksa Dana Pasar Uang, dapat berperan dalam
menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio. Sementara itu, Reksa Dana
Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi
imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka menengah.
“Reksa Dana Pasar Uang seperti
Reksa Dana BRI Seruni Pasar Uang III, BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD) dan Reksa
Dana Pendapatan Tetap seperti Reksa Dana BRI Melati Pendapatan Utama dapat
berperan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas portofolio, sementara
investor dengan horizon jangka panjang dapat memanfaatkan pendekatan bertahap
dan konsisten untuk menghadapi siklus pasar,” tutup Yulius.
Melalui pendekatan tersebut,
BRI-MI berkomitmen untuk terus mendampingi investor dalam membangun kualitas
investasi yang berkelanjutan, dengan mengedepankan semangat Investasi Naik
Kelas seiring dengan perkembangan dan pendewasaan pasar modal Indonesia.
Artikel ini juga tayang di vritimes