Banyak anak muda sekarang yang mulai punya usaha sendiri. Ada yang jualan makanan online, buka thrift shop, sampai bikin jasa desain atau konten digital. Menariknya, banyak yang memulai bisnis ini sambil tetap jadi mahasiswa atau karyawan. Modal kecil, pakai HP, dan promosi lewat media sosial semua terasa sederhana.
Tapi ada satu hal yang sering terlewat: rekening pribadi dan rekening usaha masih dicampur jadi satu. Sekilas memang praktis, tapi lama-lama justru bisa bikin pusing. Nah, yuk bahas kenapa penting banget untuk memisahkan rekening pribadi dan usaha, terutama buat kamu yang serius ingin bisnisnya berkembang.
Kalau semua transaksi masuk ke rekening pribadi, kamu bakal kesulitan bedain mana uang hasil jualan dan mana uang buat nongkrong atau belanja. Misalnya, kamu dapat transfer Rp500 ribu. Itu uang dari pelanggan atau gaji freelance?
Dengan memisahkan rekening, arus keluar-masuk uang jadi lebih transparan. Kamu bisa langsung tahu berapa omzet usaha per bulan dan berapa biaya operasional yang dikeluarkan. Alhasil, keuangan pribadi tetap aman, keuangan usaha pun jelas.
Sering kan merasa gatal pengen pakai uang bisnis buat keperluan pribadi? Misalnya, saldo usaha lagi lumayan, tiba-tiba kepikiran buat beli sneakers baru. Kalau rekeningnya gabung, biasanya jadi lebih gampang tergoda.
Kalau punya rekening terpisah, kamu jadi lebih disiplin. Uang bisnis benar-benar dipakai untuk modal, bayar supplier, atau kebutuhan usaha lainnya. Sedangkan kebutuhan pribadi tetap punya sumber sendiri. Ini latihan mental juga supaya kamu terbiasa mengelola keuangan dengan lebih bijak.
Anak muda sering menganggap bisnis kecil itu nggak perlu ribet, tapi coba pikir lagi. Kalau kamu nggak bisa tahu persis berapa untung dan rugi, gimana bisa tahu bisnis ini worth it atau cuma buang tenaga?
Dengan buka akun bisnis terpisah, laporan sederhana bisa dibuat dengan mudah. Misalnya: dalam sebulan omzet masuk Rp10 juta, biaya bahan baku Rp4 juta, biaya promosi Rp1 juta, dan ongkos kirim Rp500 ribu. Dari situ, kamu bisa tahu laba bersihnya berapa. Kalau semua uang nyampur, data ini bakal sulit dilacak.
Coba bayangkan kamu jadi customer. Lebih percaya mana: transfer ke rekening pribadi atas nama “Andi Pratama” atau ke rekening bisnis atas nama “Neo Bisnis Andi Store”? Pastinya yang kedua terlihat lebih serius dan meyakinkan.
Pemisahan rekening bikin bisnismu punya kesan profesional. Pelanggan merasa lebih aman bertransaksi, supplier juga percaya kamu adalah partner yang jelas dan terstruktur. Bahkan, kalau suatu saat butuh investor atau kolaborasi, mereka akan lebih respek melihat sistem keuanganmu rapi.
Banyak anak muda yang suatu saat ingin mengembangkan usaha lebih besar. Nah, salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman modal ke bank atau fintech adalah bukti transaksi usaha yang jelas. Kalau rekeningmu tercampur, pihak pemberi pinjaman sulit menilai apakah bisnis kamu sehat atau tidak.
Rekening usaha yang rapi bisa jadi portofolio finansial. Ini bukti kalau usahamu benar-benar berjalan, bukan sekadar hobi iseng. Jadi, peluang dapat modal tambahan pun lebih besar.
Pisahin rekening mungkin terlihat sederhana, tapi efeknya besar. Ini melatih pola pikir bahwa bisnis harus diperlakukan serius. Kamu jadi lebih disiplin, lebih teliti, dan lebih profesional sejak awal. Mindset ini penting banget, karena banyak bisnis gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena pengelolaan keuangannya berantakan.
Raka, mahasiswa yang jualan kopi literan, awalnya nyampur semua transaksi ke rekening pribadinya. Waktu ada uang masuk Rp200 ribu, dia bingung: ini hasil jualan atau uang dari orang tua? Akhirnya, uang usaha sering kepakai buat traktir teman atau beli barang kecil-kecilan.
Sampai suatu ketika, Raka sadar kalau modal bisnisnya malah seret. Dia memutuskan buka rekening bisnis terpisah. Dari situ, dia jadi bisa melacak jelas berapa omzet, berapa modal bahan, dan berapa keuntungan yang bisa ditabung. Dalam tiga bulan, tabungannya cukup untuk beli mesin kopi baru. Alhasil, produksinya lebih cepat, kualitas lebih konsisten, dan pelanggan pun makin banyak.
Pemisahan rekening sederhana ternyata jadi turning point buat perkembangan usahanya.Buat anak muda yang baru memulai usaha, jangan anggap remeh soal pemisahan rekening. Langkah kecil ini bisa membuat perbedaan besar antara usaha yang sekadar iseng dengan usaha yang benar-benar berkembang.
Kamu bisa pisahkan rekening pribadi dan usaha di neobank dari Bank Neo Commerce. Aktifkan rekening bank untuk usaha kecil di Neo Bisnis dengan geser dari akun personal ke akun bisnis, isi data, lalu aktivasi QRIS Neo Bisnis. Nikmati pencairan uang usaha 3x sehari untuk transaksi di bawah jam 14.00 WIB, termasuk akhir pekan dan tanggal merah, transfer antarbank 90x, dan bunga 4,25% per tahun.
Jangan lupa buat Nomor Induk Bisnis (NIB) yang bikin usahamu legal, profesional, dan lebih dipercaya pelanggan. Yuk, buka rekening bank untuk usaha kecil di Neo Bisnis sekarang.
Klik link Neo Bisnis untuk info lengkap dan terbaru mengenai Neo Bisnis.
Download neobank dari Bank Neo Commerce di PlayStore atau App Store dan sekarang.
***
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Artikel ini juga tayang di vritimes